SURABAYA - Ajang silahturahmi berbsgsi awak media yang ke dua (red) di aula Gedung Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (TNI-AD PPAD) Surabaya -Jawa Timur, tepatnya di Jl.Brawijaya No : 38b Surabaya, Selasa (20/01/2026) penuh keakraban.
Ajang ini bisa dibilang membahas petingnya dalam menjalin persatuan dan menjaga keutuhan dalam Bela Negara, khusnya dalam bidang mendukung program Presiden RI 08 yakni Probowo-Gibran terkait ketahanan pangan.
Menurut Ketua PD. PPAD PROV Jawa Timur : Mayjen TNI Purn Dr. Drs Wibisono Poespitohadi, M. sc, M. Si (Han) dan di dampingi Brigjend.TNI-AD.Purn.EV. S. Aldian Gondokusumo, S.E, Mayor (Purn) TNI-AD Rudy Rahadiyanto. SH, berkapsitas Basic bidang Hukum, dan M. Nur Alim Sekum RI 08 MP mengatakan, Selasa (20/01/2026), Ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan dan kedaulatan bangsa.
"Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi, sehingga menjadi kewajiban negara untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, serta keberagaman pangan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Lanjut kata Wibisono, dalam konteks ini, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung pelaksanaan visi besar Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.
"Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat," katanya.
Perlu saya sampaikan, masih kata Wibisono, kemandirian pangan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian dari kedaulatan nasional, ketika negara mampu memenuhi kebutuhan pangan dari hasil produksi sendiri, maka ketahanan nasional juga akan semakin kuat.
"Oleh sebab itu, seluruh lapisan pemerintah — mulai dari kementerian hingga pemerintahan desa — harus bersinergi mendukung program ini sebagai bagian dari perwujudan visi Indonesia Maju," ucapnya.
Program Ketahanan Pangan bukan sekadar program sektoral, sabung Wibisono, melainkan bagian tak terpisahkan dari strategi besar pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
"Dengan mendorong swasembada dan lumbung pangan yang berkelanjutan, Indonesia dapat melangkah menuju kedaulatan pangan yang sesungguhnya — demi rakyat yang sehat, kuat, dan berdaulat," tegasnya.
Kami (Mayjen TNI Purn Dr. Drs Wibisono Poespitohadi, M. sc, M. Si)selaku ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (TNI-AD PPAD) Surabaya -Jawa Timur, siap medukung penuh program pemerintah, dan juga sumpah Prajurit yang masih meleket tertuang sebagai berikut "Demi Allah saya bersumpah berjanji, Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan dan bahwa saya akan taat kepada atasan.
"Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan Tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan," tutup Mayjen TNI Purn Dr. Drs Wibisono Poespitohadi, M. sc, M. Si (Han) di hadapan awak media. (Wendi)
dibaca


0 Komentar